Home > Motivasi > Kepala Ikan dan Kepemimpinan

Kepala Ikan dan Kepemimpinan

Kepemimpinan Situasional

 

Ada sepasang suami istri yang tengah merayakan ulang tahun pernihakaan perahnya (25 tahun usia pernikahaan), mereka terlihat hidup harmonis, sesaat setelah mereka acara usai sang suami yang bijaksana berkata “Istriku, 25 tahun kita sudah bersama, berbagi suka dan duka, tentu bukan hal yang mudah melayani Papa selama ini, maka hari ini Papa ingin mendengar apa yang membuat Mama kesal dan apa yang Mama harapkan kedepannya” tanya sang suami sambil membelai lembut rambut istrinya. Sang Istri memandang lembut sang suami dan memastikan bahwa jawabannya nanti tidak akan menyinggung suaminya, “Papa, Mama bahagia selama ini”, jawab sang istri dengan mata berkaca-kaca menahan haru, namun seperti ada ganjalan yang tersimpan dalam hatinya yang sepertinya ingin Ia simpan untuk dirinya sendiri. Sang suami memadang lembut istrinya dan tersenyum “Terimakasih Mama, namun Papa masih merasakan ada satu ganjalan yang masih Mama simpan, sampaikanlah Ma” berkata Sang suami meyakinkan. Baiklah Pa ”Sebenarnya Mama suka sekali kepala ikan, namun karena Mama ingin sekali melihat Papa senang, maka setiap Mama masak Ikan, kepalanya selalu Mama berikan untuk Papa, dan melihat Papa begitu lahap makan kepala ikan yang Mama berikan, Mama tidak tega memintanya” jawab Sang istri tertunduk cemas menunggu jawaban suaminya. Sementara suaminya terperanjat kaget, namun segera Ia menguasai diri, menghela napas, membelai lembut rambut sang istri dan berkata ”Ma, Maafkan Papa selama ini, 25 tahun Mama telah menyimpan ini dan menahan keinginan, 25 tahun sudah Papa tidak mampu melihat dan merasakan keinginan Mama, Namun bolehkan Papa menyampaikan sesuatu?” tanya sang suami sambil tetap membelai lembut rambut istrinya. “Tentu saja Papa, selama 25 tahun ini tentu bukanlah hal yang mudah juga memahami, menjaga, dan memenuhi segala kebutuhan kita”, jawab sang istri sambil memandang lembut sang suami. ”Ma, sekali lagi maafkan Papa selama ini, meskipun harus Papa katakan bahwa sebenarnya Papa tidak suka dengan kepala ikan yang selalu Mama berikan untuk Papa, namun Mama begitu bersemangat dan begitu ceria saat menghidangkannya untuk Papa, Papa tidak ingin melihat Mama kecewa dan demi melihat Mama bahagia, Papa terpaksa menikmati dengan lahap”, ujar sang suami sambil memeluk dan mencium lembut kening sang istri. Sekarang giliran sang istri yang terperanjat sambil memandang lekat wajah suaminya, Haaaa……… jadi….jadi….jadi…….. dan akhirnya mereka berpelukan mesra dalam haru dan kedamaian hati masing-masing.

 

Rekan-rekan sekalian, cerita ini mungkin hanya karangan belaka, namun sangat sering dan banyak terjadi dalam kehidupan kita, baik dalam hubungan rumah tangga, pertemanan, maupun dalam organisasi dan dunia kerja. Hal ini terjadi karena kita mengukur kemampuan dan cara berpikir orang lain dengan standar kita saat ini. Terkadang kita emosi memberitahu anak kita dan anak kita tidak mengerti, kita kesal dan marah memberitahu karyawan kita karena tidak mengerti dan menjalankan apa yang kita katakan. Mungkin kita melupakan proses perjalanan kita sampai pada tingkatan sekarang, kita berharap anak kelas 1 dapat mengerti bahasa kita yang sudah kelas 6. Lalu siapakah yang salah dalam hal ini?. Dari apa yang sudah Saya sampaikan diatas, tentu tidak ada yang benar dan salah, yang ada adalah tidak setaranya kemampuan dari kedua pihak tersebut atau tingkatan proses dari kedua pihak tersebut belum sampai pada titik yang sama. Tabel dibawah merupakan tabel tingkat perkembangan dan gaya kepemimpinan yang sesuai yang saya ambil dari buku “The One Minute Manager, karya  Kenneth Blanchard Ph.D. & Spencer Johnson M.D

Tingkat Perkembangan

Gaya Kepemimpinan yang sesuai

P1

Kecakapan Rendah

Komitmen Rendah

G2

MEMBERI PENGARAHAN

Struktur, Kontrol dan Pengawasan

P2

Sedikit Kecakapan

Komitmen Rendah

G2

MELATIH

Mengarahkan dan mendukung

P3

Kecakapan Tinggi

Komitmen Bervariasi

G3

MENDUKUNG

Memuji, Mendengarkan dan memudahkan

P4

Kecakapan Tinggi

Komitmen Tinggi

G4

MENDELEGASIKAN

Menyerahkan tanggung jawab untuk membuat keputusan sehari-hari

Sumber : Kenneth Blanchard Ph.D. & Spencer Johnson M.D. – The One Minute Manajer

 

Dari tabel tersebut sangat jelas dikelompokan tingkat perkembangan dan gaya kepemimpinan yang sesuai untuk tingkat perkembangan yang ada. Saya coba terjemahkan dan gambarkan dalam bahasa yang lebih mudah untuk dipamani

 

Tingkat Perkembangan

Gaya Kepemimpinan yang sesuai

P1

Kecakapan Rendah

Komitmen Rendah

Tidak Mampu (Kurang Mampu)

Tidak Mau (kurang bersemangat)

Kapatuhaan rendah

G2

MEMBERI PENGARAHAN

Struktur, Kontrol dan Pengawasan

Tunjukan pekerjaan, tunjukan caranya secara detail, yakinkan kenapa mereka harus melakukan, tunjukan manfaatnya dan penghargaan (reward dan funishmentnya), Awasi dan kontrol hasilnya. Pada tingkatan ini Anda harus menyadari bahwa prosentase hasilnya tidak sesuai yang Anda harapkan

(Directing)

P2

Sedikit Kecakapan

Komitmen Rendah

Kecakapannya belum cukup untuk menyelesaikan tugas tersebut dengan baik. Kepatuhaannya rendah

G2

MELATIH

Mengarahkan dan mendukung

Beri pengarahaan point-point yang harus dilakukan, latih Ia cara melakukannya, beri semangat bahwa Ia bisa melakukannya, dan pastikan apa yang akan didapatkanya jika Ia berhasil melakukannya

(Coacing)

P3

Kecakapan Tinggi

Komitmen Bervariasi

Kemampuannya Tinggi untuk melakukan tugas terkait, namun kepatuhaannya tidak stabil, mudah mengeluh jika menemukan kendala dalam tugas tersebut

G3

MENDUKUNG

Memuji, Mendengarkan dan memudahkan

Berikan pujian bahwa kemampuan yang dimilikinya luar biasa, dengarkan pendapatnya, berikan Ia keleluasaan dan kemudahaan untuk Ia dapat melakukan tugas tersebut. Namun tetap bantu Ia memantau/mengontrol/mengevaluasi dalam proses penyelesaian tugasnya

(Supporting)

P4

Kecakapan Tinggi

Komitmen Tinggi

Tingkat perkembangan yang ideal yang dibutuhkan oleh semua kelompok tim. Memiliki kemampuan dan kemauan yang  tinggi

G4

MENDELEGASIKAN

Menyerahkan tanggung jawab untuk membuat keputusan sehari-hari

Delegasikan, percayakan, dan beri wewenang untuk membuat keputusan yang dianggapnya penting untuk menyelesaikan tugasnya. Berikan gambaran hasil akhir dan waktunya (goal) lalu percayakan prosesnya. Sebagai pemimpin jangan bersikap dominan terhadap tim tipe ini karena bisa mematikan kemampuan, kreativitas dan komitmennya. Pastikan Ia memiliki ruang yang cukup untuk mengekplorasi dan berkreasi.

(Delegating)

 

Sebagai pemimpin kita harus bisa mengkomunikasikan, mengkondisikan, menilai dan mengkategorikan tingkat perkembangan tim kita. Sehingga tugas, tanggungjawab dan target kita dapat tercapai meskipun dengan tingkat perkembangan tim yang bervariasi. Jangan mendelegasikan tugas pada tim yang masih berada pada tingkat perkembangan P1, atau jangan mendikte tim yang sudah berada pada tingkat perkembangan P4, sehingga sebagai pemimpin kita selalu merasa kecewa dan menyalahkan tim kita.

 

Sebagai tim juga harus menyadari, bisa menilai diri dan terus meningkatkan kemampuan agar sampai pada tingkat perkembangan yang lebih baik dan pada akhirnya bisa menjadi seorang pemimpin yang efektif. Jangan meminta wewenang sementara kita belum mampu dan komitment, jangan selalu meminta petunjuk sementara kita sudah mampu, agar kita tidak selalu merasa diperlakukan tidak adil, dikebiri dan diremehkan.

 

Semoga bisa memberi insfirasi untuk melakukan perubahaan yang lebih baik yang tentunya kita mulai dari diri sendiri (baca artikel ”Dari mana perubahaan dimulai”)

 

Salam

Made Sumiarta

http://madesumiarta.com

 

Categories: Motivasi
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: