Home > Berita > Renungan Kehidupan

Renungan Kehidupan

Beberapa waktu yang lalu Saya melayat seorang sahabat yang meninggal dalam usia produktif (belum pensiun), sahabat yang begitu lekat wajah, gaya bahasa, bahasa tubuhnya dibenak Saya. Beliau memiliki serangkaian karya dan jabatan dalam instansi maupun diluar instansi namun beliau tetap rendah hati, bergaul dengan kami yang masih muda-muda ini tanpa halangan jabatan dan kehebatan yang melekat pada dirinya.
Setibanya dirumah Sahabat Saya tersebut tidak ada yang begitu istimewa, biasa-biasa saja layaknya suasana layatan ditempat-tempat lainnya yang pernah saya lihat, Sampai akhirnya Saya masuk ke tempat peti jenasah sahabat saya disemayamkan sementara. Tidak ada jeritan tangisan yang menyayat hati, namun Saya melihat wajah-wajah dengan mata lebam menahan air mata dan haru yang sangat mendalam, semua wajah tertunduk seperti menahan rasa yang sulit diungkapkan, rasa kehilangan yang sangat mendalam, Saya mengamati hampir seluruh pelayat yang kebetulan Saat itu ikut menerima (among tamu) pelayat, beberapa orang setelah keluar dari ruang jenasah langsung menghampiri Saya dan dengan akrab bercertia kenangan Beliau dengan Sahabat Saya tersebut.
Sampai pada rangkaian acara pelepasan jenasah yang akan diberangkatkan ke daerah kelahirannya yang dilepas dengan kata sambutan dari beberapa perwakilan. Dari unsur keluarga, perangkat desa dan instansi tempat beliau berkerja.
Yang. Salah satu kata sambutan/pelepasan yang disampaikan oleh pimpinan instansi tempat beliau bekerja yang membuat saya tidak mampu membendung air mata haru, setelah membacakan riwayat pekerjaan, jenjang karir dan jabatan yang pernah diemban, dengan terbata-bata karena menangis Sang Pimpinan menyampaikan kesan-kesan beliau “Saudara-Saudara, perlu Saya sampaikan, Bahwa Beliau Almarhum adalah salah seorang pemimpin sekaligus karyawan di instansi kami yang memiliki dedikasi yang tinggi, Jujur, loyal dan memiliki banyak ide-ide yang membangun serta iklas melayani, kami semua sangat kehilangan figur Beliau” Apa yang disampaikan Sang pemimpin ini bukan kata-kata penghibur atau pujian terakhir semata, karena saya melihat seluruh pelayat dari instansi tersebut tidak mampu tersenyum, Saya melihat wajah-wajah yang begitu kehilangan.
Dari cerita yang Saya dapat dari rekan-rekan yang lain bahwa instansi tersebut sudah ikut menjaga saat Beliau pertama kali masuk rumah sakit dan bahkan dengan sigap segera menyelesaikan seluruh pembayaran biaya-biaya rumah sakit, menyediakan ambulance, menyediakan mobil yang akan ikut mengiring, menyediakan semua keperluan dalam perjalanan jenasah Beliau yang membutuhkan waktu 20 Jam an dalam perjalanan termasuk mengirim perwakilan untuk turut mengiring. Luar biasa, saya membayangkan Pastilah Beliau sangat dicintai di instansi tersebut. Belum lagi dari warga sekitar dan organisasi-organisasi sosial yang Beliau ikuti berkerja otomatis tanpa komando.

Dalam keharuan Saya melihat situasi itu Saya lalu berpikir, Seandainya suatu saat tiba waktunya Saya dipanggil-NYA Apa yang akan orang kenang tentang Saya?, lalu mulailah muncul bayangan-bayangan prilaku Saya selama ini (pernah marahi si A, si B, dst), ada enggak sih kenangan baik yang dapat dikenang, diceritakan tentang Saya?.
Dari sini Saya belajar bahwa kehidupan bukan semata Uang dan keuntungan materi. Saat-saat seperti inilah menjadi penilaian apakah selama ini kita cukup baik, cukup bermanfaat untuk orang lain, cukup dihargai, cukup dibutuhkan, cukup dicintai.

Bahwa apapun yang kita lakukan, kita melakukanya untuk diri kita sendiri, kita tidak pernah melakukanya untuk orang lain. Untuk nama baik kita, untuk membuat catatan sejarah, membuat kenangan, untuk amalan baik kita, sehingga kita bisa menyandang predikat Orang tua yang baik, anak yang baik dan berbakti, suami/istri yang baik, pemimpin yang baik, karyawan yang baik, sahabat yang baik, hamba-NYA yang baik dan berbagai predikat-predikat baik yang lainnya, maka apapun yang kita lakukan, lakukanlah yang terbaik dengan kemampuan terbaik yang kita punya.

Semoga dapat menginsfirasi
Salam

Made Sumiarta

Categories: Berita
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: